fbpx
Skip to content

Mengenal Candidate Experience dan Cara Meningkatkannya Pada Proses Rekrutmen

Mengenal Candidate Experience dan Cara Meningkatkannya Pada Proses Rekrutmen
Mengenal Candidate Experience dan Cara Meningkatkannya Pada Proses Rekrutmen

Kesan pertama selalu meninggalkan bekas yang mendalam tentang seseorang, tempat, bahkan tak terkecuali terhadap perusahaan. Untuk meninggalkan kesan pertama yang baik perusahaan perlu memastikan candidate experience sejak awal proses rekrutmen memiliki kesan yang positif. 

Berdasarkan hasil survei, hampir sebagian besar pencari kerja mengeluhkan kurangnya komunikasi dari pemberi kerja dalam proses rekrutmen. Selain itu, pengalam kandidat di awal proses rekrutmen ternyata juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap employee engagement di perusahaan. 

Lantas bagaimana cara untuk meningkatkan pengalaman kandidat yang positif di perusahaan? Yuk simak penjelasannya di bawah ini. 

Pengertian Candidate Experience

Pengalaman kandidat atau candidate experience diartikan sebagai kesan yang ditinggalkan oleh perusahaan kepada kandidat selama proses rekrutmen berlangsung. Oleh sebab itu dalam hal ini kontribusi tim rekuter dalam meningkatkan pengalaman kandidat sangatlah penting. 

Berdasarkan hasil laporan dari iCIMS 2023, para pencari kerja menginginkan proses rekrutmen yang cepat, personal dan bisa diakses langsung dari genggaman tangan. Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh Chief Marketing Officer dari Greenhouse, bahwa para pencari kerja sangatlah kesan pertama mereka saat proses rekrutmen di perusahaan. 

Kesan pertama yang ditunjukkan oleh perusahaan mencerminkan budaya kerja yang ada di perusahaan tersebut. Para pencari kerja juga cenderung mencari perusahaan yang menghargai waktu mereka, memberikan kejelasan komunikasi dan transparan dalam menyampaikan hasil rekrutmen. 

Namun sayangnya, laporan dari Greenhouse menunjukkan fakta yang sebaliknya. Lebih dari separuh pencari kerja mendapatkan pertanyaan diskriminatif selama proses wawancara. 

Selain itu 53% karyawan melaporkan bahwa perusahaan telah mengiklankan tanggung jawab pekerjaan yang sangat berbeda dengan pekerjaan yang sebenarnya mereka lakukan. Dan lebih dari separuh pencari kerja juga mendapatkan perlakukan yang kurang menyenangkan ketika sudah masuk ke perusahaan, diremehkan, mendapatkan gaji yang tidak sesuai, serta mendapatkan jabatan yang tidak sesuai dengan kualifikasi mereka. 

Cara Mengukur Candidate Experience

Dengan mengukur pengalaman kandidat di perusahaan dapat membantu perusahaan untuk memastikan proses rekrutmen mereka telah berjalan efektif dan memberikan dampak yang signifikan terhadap bisnis. Berikut ini adalah beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengukur candidate experience di perusahaan:

1. Rasio Wawancara dan Offering

Hal pertama yang bisa digunakan sebagai indikator untuk mengukur pengalaman  kerja di perusahaan adalah dengan menghitung rasio jumlah kandidat yang di wawancara dengan kandidat yang mendapatkan tawaran kerja. Jika di awal proses rekrutmen ada banyak kandidat yang diwawancara namun tidak ada kandidat yang berhasil mendapatkan tawaran kerja maka tim recruiter perlu mengevaluasi lagi proses rekrutmen yang dijalankan. 

2. Tingkat Penerimaan Tawaran

Tak hanya berapa banyak jumlah kandidat yang mendapatkan tawaran, namun jumlh kandidat yang menerima tawaran tersebut juga menjadi indikator candidate experience. Kandidat yang mendapatkan kesan pertama yang positif cenderung akan menerima tawaran kerja yang diberikan. Dilansir dari Recruit crm, idealnya tingkat penerimaan ini adalah 90%. 

3. Waktu yang Dibutuhkan Untuk Rekrutmen

Lamanya waktu yang diperlukan selama proses rekrutmen juga menjadi indikator pernting dalam mengukur candidate experience. Semakin cepat proses rekrutmen memungkinkan kandidat lebih tertarik, namun semakin lama prosesnya menyebabkan kandidat kehilangan minat. 72% pencari kerja memperkirakan lamanya proses rekrutmen ini adalah 3 minggu atau kurang. 

4. Tingkat Pengunduran Diri

Selanjutnya, tingkat pengunduran diri yang tinggi selama proses rekrutmen menunjukkan rendahnya pengalaman kandidat. Proses lamaran yang panjang, kurangnya komunikasi, dan pertanyaan yang diskriminatif bisa menyebabkan karyawan lebih memungkinkan untuk mengundurkan diri dari proses rekrutmen. 

Cara Meningkatkan Candidate Experience

Meningkatkan pengalaman kandidat selama proses rekrutmen memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan. Perusahaan yang fokus pada pengalaman kandidat yang positif memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan kandidat terbaik yang sesuai kriteria, mendorong pertumbuhan bisnis dan meningkatkan reputasi bisnis yang baik. 

Dilansir dari HRPods, ada 7 unsur utama untuk menciptakan pengalaman kandidat yang positif diantaranya, job search, job application, komunikasi, umpan balik, proses interview, onboarding, dan analisis proses rekrutmen. Nah, berikut ini adalah beberapa strategi yang bisa digunakan untuk meningkatkan candidate experience di perusahaan:

1. Menuliskan Deskripsi Pekerjaan yang Relevan

Pengalaman kandidat yang baik dimulai dari saat pertama kandidat memutuskan untuk melamar pekerjaan dan mengirimkan lamaran pekerjaan. Hal pertama yang menjadi perhatian kandidat adalah deskripsi pekerjaan yang dicantumkan dalam iklan lowongan yang dipublikasikan. 

Dalam hal ini pastikan untuk menuliskan deskripsi pekerjaan yang relevan dengan pekerjaan yang sebenarnya. Kemudian pastikan informasi yang disampaikan juga singkat, jelas dan mudah dimengerti. Berikut adalah beberapa poin penting dalam menuliskan deskripsi pekerjaan:

  • Berikan judul yang jelas. 
  • Sebutkan tugas-tugas pekerjaan secara ringkas. 
  • Cantumkan estimasi gaji. 

2. Buat Proses Rekrutmen yang Sederhana

Selanjutnya, untuk meningkatkan candidate experience di perusahaan, tim rekrutmen harus membuat proses rekrutmen cukup sederhana dan mudah untuk diikuti. Untuk meningkatkan hal ini, perusahaan bisa memanfaatkan teknologi yang ada misalnya dengan menggunakan portal pencari kerja, lamaran karir di web perusahaan, maupun link khusus untuk lamaran kerja. 

Berikut instruksi yang jelas mengenai apa saja informasi atau dokumen yang perlu dikirimkan oleh kandidat. Selain itu hindari untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu untuk meningkatkan efektifitas lamaran kerja. 

3. Pertahankan Komunikasi yang Terbuka

Komunikasi yang baik saat proses rekrutmen, dimulai sejak saat kandidat mengirimkan lamaran. Tim recruiter perlu mempertahankan komunikasi yang baik dengan kandidat. 

Diantaranya adalah memberikan konfirmasi yang jelas mengenai kelangsungan proses rekrutmen kepada kandidat. Hal ini akan membantu kandidat untuk mengetahui langkah yang selanjutnya yang harus dilakukan kandidat. 

Selain itu, saat proses wawancara pastikan rekrut menyampaikan dengan detail deskripsi pekerjaan yang akan dilakukan oleh kandidat setelah diterima. Memberikan kesempatan untuk komunikasi dua arah juga berpotensi meningkatkan candidate experience. 

Nah, itu tadi adalah penjelasan singkat mengenai apa yang dimaksud dengan candidate experience. Semoga bermanfaat!

Kelas HR
Grow Together

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *