
Hari pertama kerja saja tidak cukup bagi karyawan baru untuk mempelajari semua hal yang ada di perusahaan. Oleh sebab itu diperlukan kegiatan orientasi atau onboarding. Lantas apa itu onboarding?
Onboarding adalah salah satu proses yang terjadi dalam rangkaian proses rekrutmen yang mana disusun untuk memastikan karyawan baru memahami alur dan budaya kerja perusahaan. Apakah hal ini penting bagi karyawan? Yuk, simak penjelasannya!
Table of Content
Apa Itu Onboarding?
Secara sederhana, apa itu onboarding dapat dijelaskan sebagai proses integrasi karyawan baru ke dalam organisasi. Proses ini mencakup pengenalan budaya perusahaan, pemahaman peran dan tanggung jawab, hingga membangun hubungan kerja yang solid dengan tim.
Berbeda dengan orientasi kerja yang biasanya hanya berlangsung singkat dan fokus pada administrasi, onboarding bersifat menyeluruh dan berkelanjutan. Idelanya, proses onboarding tidak selesai dalam waktu 1 atau 2 hari saja, namun proses ini bisa berjalan selama 1–3 bulan, bahkan hingga satu tahun untuk posisi strategis. Contoh aktivitas dalam onboarding meliputi:
- Penyambutan hangat pada hari pertama kerja.
- Penjelasan visi, misi, dan nilai perusahaan.
- Pengenalan struktur organisasi dan tim kerja.
- Pelatihan teknis dan soft skill sesuai kebutuhan.
- Pendampingan oleh mentor untuk memudahkan adaptasi.
Mengapa Onboarding Penting untuk Karyawan Baru?
Dengan memahami apa itu onboarding, HR dapat melihat bahwa proses ini bukan sekadar formalitas, tetapi strategi penting untuk mendukung keberhasilan jangka panjang. Onboarding yang dirancang dengan baik memiliki dampak besar pada kinerja dan loyalitas karyawan. Berikut beberapa alasan utama mengapa onboarding tidak boleh diabaikan:
1. Meningkatkan Retensi Karyawan
Karyawan baru yang menjalani onboarding terstruktur lebih cenderung bertahan di perusahaan. Tanpa arahan yang jelas di awal, mereka mungkin merasa kebingungan dan kehilangan motivasi, yang berujung pada tingginya turnover.
2. Mempercepat Produktivitas
Onboarding mempercepat pemahaman karyawan tentang tugas, alat kerja, dan ekspektasi perusahaan. Hasilnya, mereka dapat berkontribusi lebih cepat dan mengurangi kesalahan kerja.
3. Meningkatkan Engagement dan Kepuasan
Karyawan yang merasa disambut dan dihargai sejak hari pertama akan memiliki keterikatan emosional lebih kuat dengan perusahaan. Engagement ini mendorong motivasi kerja yang tinggi.
4. Menanamkan Budaya Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki budaya unik. Onboarding membantu karyawan memahami dan menginternalisasi nilai-nilai ini, sehingga mereka dapat bekerja sesuai dengan visi dan misi organisasi.
5. Menghemat Biaya Perusahaan
Tingginya tingkat keluar-masuk karyawan baru menimbulkan biaya besar dalam rekrutmen, pelatihan ulang, dan hilangnya produktivitas. Onboarding yang efektif membantu menekan biaya ini.
Peran HR dalam Proses Onboarding
HR berperan penting dalam memastikan onboarding berjalan sukses. Berikut tanggung jawab utama yang perlu diperhatikan:
1. Pra-Onboarding yang Terencana
Sebelum hari pertama, HR dapat mengirimkan email sambutan, jadwal orientasi, serta informasi umum tentang perusahaan. Hal ini membuat karyawan merasa disiapkan dengan baik.
2. Pengalaman Hari Pertama yang Positif
Hari pertama adalah kesan pertama yang menentukan. HR harus memastikan karyawan baru disambut hangat, dikenalkan pada tim, serta diberikan gambaran jelas tentang peran mereka.
3. Pelatihan dan Mentoring
Pelatihan teknis dan soft skill diperlukan agar karyawan mampu bekerja sesuai standar. Selain itu, penunjukan mentor membantu karyawan beradaptasi lebih cepat dengan budaya kerja.
4. Monitoring dan Evaluasi
Lakukan evaluasi rutin pada minggu atau bulan pertama untuk memastikan karyawan beradaptasi dengan baik dan mengatasi hambatan yang mungkin mereka hadapi.
Strategi Menciptakan Onboarding yang Efektif
Onboarding yang efektif tidak hanya sekedar menjelaskan visi misi perusahaan. Namun, agar memberikan hasil maksimal, HR dapat menerapkan strategi berikut:
1. Program Terstruktur dan Jelas
Susun tahapan onboarding yang mencakup pengenalan budaya, pelatihan kerja, dan penilaian berkala. Dokumentasikan dalam SOP agar konsisten di seluruh departemen.
2. Keterlibatan Manajer dan Tim
Libatkan atasan langsung dan rekan kerja dalam proses onboarding. Dukungan mereka mempercepat adaptasi karyawan baru dan meningkatkan rasa memiliki.
3. Pemanfaatan Teknologi
Gunakan software HRIS atau platform onboarding digital untuk mengelola dokumen, jadwal, dan pelatihan secara lebih efisien.
4. Personalisasi Pengalaman
Sesuaikan onboarding dengan peran dan kebutuhan individu. Program yang relevan meningkatkan efektivitas dan kepuasan karyawan.
5. Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan
Kumpulkan feedback dari karyawan baru mengenai pengalaman onboarding mereka, lalu lakukan perbaikan agar program semakin optimal.
Onboarding adalah investasi penting yang berdampak langsung pada kesuksesan perusahaan. Dengan memahami apa itu onboarding, HR dapat merancang proses yang membantu karyawan baru merasa diterima, memahami peran mereka, dan siap berkontribusi maksimal.
Onboarding yang efektif meningkatkan retensi, produktivitas, dan engagement, sekaligus menurunkan biaya turnover. Bagi HR, keberhasilan onboarding bukan hanya soal administrasi, tetapi strategi membangun fondasi karyawan yang loyal, kompeten, dan selaras dengan tujuan perusahaan.
Intensive HR Training, Belajar HR Bareng Profesional!
Untuk mengoptimalkan pengelolaan HR di perusahaan perlu memiliki talent-talent HR yang profesional. Oleh karena itu, untuk menjadi HR yang next level dan memiliki pemahaman yang menyeluruh seputar HR, yuk belajar HR hanya di Kelas HR. Dengan 50++ kelas yang bisa diikuti, kamu bisa belajar HR dari A-Z dan bergabung dengan grup profesional HR dari seluruh Indonesia. Ada kelas gratis juga tiap bulan, lho !
Jadi, tunggu apa lagi?
Kelas HR
Grow Together