Proses rekrutmen tidak cukup hanya menilai kemampuan teknis kandidat. HR juga perlu memahami bagaimana kandidat menghadapi situasi nyata, mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, bekerja sama, dan merespons tekanan. Salah satu metode yang dapat membantu HR menggali informasi tersebut adalah dengan mengajukan pertanyaan- pertanyaan Behavioral Event Interview (BEI).
Behavioral Event Interview berfokus pada pengalaman nyata yang pernah dialami kandidat. HR tidak sekadar bertanya mengenai apa yang akan dilakukan kandidat dalam situasi tertentu, tetapi menggali apa yang benar-benar pernah dilakukan, bagaimana prosesnya, dan apa hasilnya.
Karena itu, HR perlu menyiapkan pertanyaan behavioral event interview yang mampu menggali kompetensi secara mendalam. Pertanyaan yang tepat dapat membantu interviewer membedakan antara jawaban berdasarkan teori dan pengalaman nyata kandidat.
Apa Itu Behavioral Event Interview?
Behavioral Event Interview merupakan teknik wawancara yang menggali perilaku kandidat berdasarkan pengalaman masa lalu. Metode ini berangkat dari asumsi bahwa perilaku yang pernah ditunjukkan seseorang dapat memberikan gambaran mengenai cara orang tersebut menghadapi situasi serupa pada masa mendatang.
Dalam praktiknya, HR dapat meminta kandidat menceritakan pengalaman tertentu dengan menggunakan pendekatan STAR, yaitu Situation, Task, Action, dan Result. Sebagai contoh, daripada bertanya, “Apakah Anda mampu bekerja di bawah tekanan?”, HR dapat bertanya, “Ceritakan pengalaman ketika Anda harus menyelesaikan pekerjaan penting dalam waktu yang sangat terbatas.”
Pertanyaan kedua memberikan ruang bagi kandidat untuk menjelaskan situasi, tanggung jawab, tindakan yang dilakukan, serta hasil yang dicapai. Sedangkan pertanyaan pertama bisa menimbulkan bias karena jawaban kandidat bisa saja hanya berdasarkan asumsi tanpa bukti.
Mengapa HR Perlu Menggunakan Behavioral Event Interview?
BEI membantu HR memperoleh informasi yang lebih konkret mengenai kompetensi kandidat. HR dapat melihat hubungan antara pengalaman, tindakan, pola pikir, dan hasil yang diperoleh kandidat.
Metode ini juga membantu mengurangi jawaban normatif. Kandidat mungkin mengatakan bahwa dirinya memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tetapi pengalaman konkret dapat menunjukkan bagaimana kandidat menggunakan kemampuan tersebut dalam situasi pekerjaan.
30 Pertanyaan Behavioral Event Interview untuk HR
Oleh karena itu, HR perlu memiliki bank pertanyaan behavioral event interview yang disesuaikan dengan kompetensi jabatan. Berikut 30 pertanyaan yang dapat digunakan:
A. Pertanyaan tentang Problem Solving
- Ceritakan pengalaman ketika Anda menghadapi masalah pekerjaan yang sulit. Apa yang Anda lakukan untuk menyelesaikannya?
Pertanyaan ini membantu HR melihat kemampuan kandidat dalam mengidentifikasi masalah dan menentukan solusi.
- Ceritakan saat Anda mengambil keputusan penting dengan informasi yang terbatas. Apa pertimbangan Anda?
HR dapat menilai kemampuan kandidat dalam mengambil keputusan di tengah ketidakpastian.
- Pernahkah Anda melakukan kesalahan dalam pekerjaan? Apa yang terjadi dan bagaimana Anda memperbaikinya?
Jawaban kandidat dapat menunjukkan tanggung jawab, kemampuan evaluasi, dan kemauan belajar.
- Ceritakan pengalaman ketika solusi yang Anda gunakan ternyata tidak berhasil. Apa tindakan Anda selanjutnya?
Pertanyaan ini menguji fleksibilitas dan kemampuan kandidat dalam menghadapi kegagalan.
- Ceritakan situasi ketika Anda menemukan masalah sebelum masalah tersebut berdampak lebih besar. Apa yang Anda lakukan?
HR dapat melihat tingkat ketelitian dan inisiatif kandidat.
B. Pertanyaan tentang Kerja Sama Tim
- Ceritakan pengalaman ketika Anda harus bekerja dengan anggota tim yang memiliki cara kerja berbeda dengan Anda.
Pertanyaan ini membantu HR menilai kemampuan adaptasi dan toleransi kandidat.
- Ceritakan pengalaman ketika terjadi konflik dalam tim. Bagaimana Anda menghadapinya?
HR dapat menggali kemampuan kandidat dalam mengelola konflik secara profesional.
- Pernahkah Anda tidak setuju dengan keputusan tim? Apa yang Anda lakukan?
Pertanyaan ini dapat menunjukkan kemampuan kandidat menyampaikan pendapat sekaligus menghargai keputusan bersama.
- Ceritakan pengalaman ketika Anda membantu rekan kerja menyelesaikan masalah.
HR dapat melihat sikap kolaboratif dan kepedulian kandidat terhadap keberhasilan tim.
- Ceritakan pengalaman ketika Anda harus memimpin tim untuk mencapai target tertentu.
Jawaban kandidat dapat menunjukkan kemampuan kepemimpinan, delegasi, komunikasi, dan koordinasi.
C. Pertanyaan tentang Komunikasi
- Ceritakan pengalaman ketika Anda harus menjelaskan sesuatu yang kompleks kepada orang lain. Bagaimana cara Anda menyampaikannya?
HR dapat menilai kemampuan kandidat menyederhanakan informasi dan menyesuaikan komunikasi dengan audiens.
- Ceritakan pengalaman ketika komunikasi Anda disalahpahami oleh rekan kerja atau atasan. Apa yang Anda lakukan?
Pertanyaan ini membantu HR melihat kemampuan kandidat melakukan klarifikasi dan memperbaiki komunikasi.
- Pernahkah Anda menerima kritik dari atasan atau rekan kerja? Bagaimana Anda meresponsnya?
Jawaban kandidat dapat menunjukkan keterbukaan terhadap feedback.
- Ceritakan pengalaman ketika Anda harus menyampaikan kabar atau informasi yang tidak menyenangkan kepada orang lain.
HR dapat menilai kemampuan kandidat berkomunikasi secara tegas tetapi tetap profesional.
- Ceritakan pengalaman ketika Anda berhasil meyakinkan orang lain untuk menerima ide atau pendapat Anda.
Pertanyaan ini dapat menggali kemampuan persuasi dan argumentasi kandidat.
D. Pertanyaan tentang Kepemimpinan dan Inisiatif
- Ceritakan pengalaman ketika Anda mengambil inisiatif tanpa menunggu instruksi dari atasan.
HR dapat melihat apakah kandidat memiliki ownership terhadap pekerjaan.
- Ceritakan pengalaman ketika Anda harus mengambil tanggung jawab di luar tugas utama Anda.
Pertanyaan ini membantu HR melihat fleksibilitas dan kesediaan kandidat menghadapi tanggung jawab tambahan.
- Ceritakan pengalaman ketika Anda harus memotivasi anggota tim yang sedang mengalami penurunan semangat kerja.
HR dapat menggali kemampuan kandidat dalam memberikan dukungan dan membangun motivasi.
- Ceritakan keputusan sulit yang pernah Anda ambil ketika menjadi pemimpin atau penanggung jawab sebuah pekerjaan.
Pertanyaan ini dapat menunjukkan keberanian mengambil keputusan dan kemampuan mempertimbangkan risiko.
- Ceritakan pengalaman ketika Anda gagal mencapai target sebagai pemimpin. Apa yang Anda lakukan setelahnya?
Jawaban kandidat dapat menunjukkan akuntabilitas dan kemampuan melakukan evaluasi.
E. Pertanyaan tentang Adaptasi dan Tekanan
- Ceritakan pengalaman ketika Anda harus beradaptasi dengan perubahan besar di tempat kerja.
HR dapat menilai kemampuan kandidat menerima perubahan.
- Ceritakan pengalaman ketika Anda mendapatkan tugas mendadak dengan deadline yang sangat singkat.
Pertanyaan ini dapat menunjukkan kemampuan kandidat dalam mengatur prioritas.
- Ceritakan situasi ketika Anda harus menangani beberapa pekerjaan penting secara bersamaan. Bagaimana Anda menentukan prioritas?
HR dapat menggali kemampuan manajemen waktu dan prioritas.
- Ceritakan pengalaman ketika Anda menghadapi tekanan kerja yang tinggi. Bagaimana Anda tetap menjaga kualitas pekerjaan?
Pertanyaan ini dapat memberikan gambaran mengenai cara kandidat mengelola tekanan.
- Ceritakan pengalaman ketika sistem, prosedur, atau kebijakan kerja berubah secara tiba-tiba. Apa respons Anda?
Jawaban kandidat dapat menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan organisasi.
F. Pertanyaan tentang Integritas dan Profesionalisme
- Ceritakan pengalaman ketika Anda mengetahui adanya kesalahan yang dilakukan oleh rekan kerja. Apa yang Anda lakukan?
Pertanyaan ini membantu HR memahami cara kandidat menjaga profesionalisme dan integritas.
- Ceritakan pengalaman ketika Anda berada dalam situasi yang menguji kejujuran atau prinsip profesional Anda.
HR dapat melihat bagaimana kandidat mengambil keputusan ketika menghadapi dilema.
- Pernahkah Anda tidak setuju dengan instruksi atasan? Bagaimana Anda menyampaikan ketidaksetujuan tersebut?
Pertanyaan ini dapat menggali keberanian kandidat menyampaikan pendapat sekaligus menjaga hubungan profesional.
- Ceritakan pengalaman ketika Anda harus memilih antara menyelesaikan pekerjaan dengan cepat atau memastikan pekerjaan benar-benar akurat. Apa keputusan Anda?
HR dapat melihat bagaimana kandidat mempertimbangkan kualitas, waktu, dan risiko.
- Ceritakan pengalaman kerja yang paling membuat Anda bangga. Apa kontribusi Anda dan apa hasil akhirnya?
Pertanyaan ini dapat membantu HR memahami pencapaian, kontribusi, motivasi, dan nilai yang dianggap penting oleh kandidat.
Cara Menggali Jawaban Kandidat dengan Teknik STAR
HR sebaiknya tidak berhenti setelah kandidat memberikan jawaban singkat. Gunakan pertanyaan lanjutan untuk memastikan kandidat benar-benar menceritakan pengalaman yang pernah terjadi. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
- Gunakan Situation untuk menggali konteks. Tanyakan kapan dan dalam kondisi apa situasi tersebut terjadi.
- Selanjutnya, gunakan Task untuk mengetahui tanggung jawab kandidat. HR perlu memastikan peran kandidat dalam situasi tersebut, bukan hanya mendengar cerita mengenai apa yang dilakukan tim.
- Pada bagian Action, gali tindakan kandidat secara spesifik. Tanyakan, “Apa yang Anda lakukan?”, “Mengapa Anda memilih cara tersebut?”, atau “Apa langkah pertama yang Anda ambil?”
- Terakhir, gunakan Result untuk mengetahui hasil tindakan. Tanyakan dampaknya terhadap pekerjaan, tim, pelanggan, atau organisasi.
Dengan teknik tersebut, HR dapat membuat pertanyaan behavioral event interview menjadi lebih efektif. Namun, HR juga perlu menyesuaikan pertanyaan dengan kompetensi yang dibutuhkan setiap posisi. Jangan menggunakan seluruh pertanyaan untuk satu kandidat jika tidak relevan dengan pekerjaan yang dilamar.
Selain itu, HR perlu memberikan kesempatan kepada kandidat untuk menjelaskan pengalaman secara lengkap. Hindari terlalu cepat memberikan penilaian hanya berdasarkan gaya bicara atau kesan pertama.
HR juga perlu menggunakan indikator penilaian yang konsisten. Misalnya, untuk kompetensi problem solving, interviewer dapat menilai kemampuan kandidat dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis penyebab, menentukan solusi, menjalankan tindakan, dan mengevaluasi hasil.
Behavioral Event Interview membantu HR menggali kompetensi kandidat berdasarkan pengalaman nyata, bukan sekadar jawaban hipotesis. Dengan menyusun pertanyaan behavioral event interview yang tepat, HR dapat memperoleh gambaran lebih objektif mengenai cara kandidat berpikir, bertindak, berkomunikasi, mengambil keputusan, dan menghadapi berbagai situasi kerja.
Intensive HR Training, Belajar HR Bareng Profesional!
Untuk mengoptimalkan pengelolaan HR di perusahaan perlu memiliki talent-talent HR yang profesional. Oleh karena itu, untuk menjadi HR yang next level dan memiliki pemahaman yang menyeluruh seputar HR, yuk belajar HR hanya di Kelas HR. Dengan 50++ kelas yang bisa diikuti, kamu bisa belajar HR dari A-Z dan bergabung dengan grup profesional HR dari seluruh Indonesia. Ada kelas gratis juga tiap bulan, lho !
Jadi, tunggu apa lagi?
Kelas HR
Grow Together

