fbpx
Skip to content

Begini Perhitungan PPH 21 karyawan dengan skema TER untuk Gaji 60 Juta

Begini Perhitungan PPH 21 karyawan dengan skema TER untuk Gaji 60 Juta
Begini Perhitungan PPH 21 karyawan dengan skema TER untuk Gaji 60 Juta

Siapa yang tidak mau memiliki gaji yang besar? Namun seiring dengan gaji yang besar, tanggung jawab yang dimiliki juga semakin besar, termasuk tanggung jawab dalam membayar pajak. 

Dengan gaji 60 juta per bulan, perhitungan PPh 21 karyawan tersebut tentu akan berbeda dengan karyawan yang gajinya hanya 5 juta perbulan. Nah, untuk mengetahui bagaimana cara menghitung pajak untuk penghasilan 60 juta per bulan, simak penjelasannya di bawah ini. 

Perbedaan Perhitungan PPH Lama dan Baru

Aturan pemerintah yang tercantum dalam PP No. 58 Tahun 2023, memberlakukan perhitungan PPH 21 dengan menggunakan skema TER. Perhitungan dengan skema TER ini dilakukan dengan cara mengalikan penghasilan bruto per bulan dengan tarif TER sesuai dengan lapisan penghasilan masing-masing. 

Dalam perhitungannya, ada dua jenis tarif efektif menurut Pasal 2 PP No. 58 Tahun 2023, yaitu tarif efektif bulanan dan tarif efektif harian. Tarif efektif harian berlaku untuk karyawan yang mendapatkan penghasilan harian, mingguan, atau borongan. Sedangkan tarif efektif bulanan berlaku untuk karyawan yang mendapatkan penghasilan secara bulanan. 

Perhitungan PPH 21 karyawan dengan skema TER berbeda dengan perhitungan PPH 21 yang sebelumnya. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut:

1. Perhitungan Pajak Bulanan Selain Masa Pajak Terakhir

Perhitungan pajak bulanan dengan skema TER didasarkan pada penghasilan bruto per bulan dikalikan dengan tarif efektif sesuai dengan kategori penghasilannya. Sedangkan pada perhitungan dilakukan dengan cara berikut:

Pajak per bulan = (Penghasilan Netto setahun – PTKP) x Tarif Pasal 17 : 12 bulan 

Tarif umum atau tarif pasal 17 yang berlaku saat ini terdiri dari beberapa lapisan penghasilan kena pajak. Berikut ini adalah besarnya tarif berdasarkan lapisan penghasilan kena pajak:

2. Perhitungan Pajak Masa Terakhir

Sedangkan untuk masa pajak terakhir, tidak ada perbedaan antara perhitungan yang lama dengan yang baru. Besarnya pajak masa terakhir dihitung dengan cara mengurangi PPh terutang selama setahun dengan PPh 21 yang telah dipotong selain masa pajak terakhir. 

  • PPh 21 setahun =  (Penghasilan Netto setahun – PTKP) x Tarif Pasal 17 
  • PPh 21 masa pajak terakhir= PPh Pasal 21 setahun – PPh Pasal 21 yang telah dipotong selain masa pajak terakhir.

Besarnya Tarif Efektif Bulanan

Untuk menghitung pajak dengan skema TER perlu memahami berapa besarnya TER yang berlaku untuk masing-masing penghasilan. Berdasarkan buku Cermat Pemotongan PPH pasal 21/26 yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pajak, ada tiga kategori TER bulanan, yaitu:

1. Kategori A

Tarif Efektif Bulanan Kategori A diterapkan untuk wajib pajak orang pribadi dengan status PTKP sebagai berikut: 

• Tidak kawin tanpa tanggungan (TK/0).

• Tidak kawin dengan jumlah tanggungan sebanyak 1 (satu) orang (TK/1).

• Kawin tanpa tanggungan (K/0).

Dalam menghitung besarnya pajak terdapat 44 lapis TER untuk kategori A. Berikut adalah 44 lapisan penghasilan bruto bulanan dan besaran tarif pajak: 

2. Kategori B

Kategori B terdiri dari 40 lapisan penghasilan bruto bulanan dengan besarnya tarif beragam mulai dari 0% hingga 34%. Kategori B ini diterapkan untuk wajib pajak orang pribadi dengan status PTKP sebagai berikut: 

• Tidak kawin dengan jumlah tanggungan sebanyak 2 (dua) orang (TK/2) 

• Tidak kawin dengan jumlah tanggungan sebanyak 3 (tiga) orang (TK/3) 

• Kawin dengan jumlah tanggungan sebanyak 1 (satu) orang (K/1) 

• Kawin dengan jumlah tanggungan sebanyak 2 (dua) orang (K/2)

3. Kategori C

Untuk kategori berlaku bagi wajib pajak orang pribadi yang berstatus PTKP dengan jumlah tanggungan sebanyak 3 (tiga) orang (K/3). Lapisan penghasilan dan besarnya tarif pajak adalah sebagai berikut:

Simulasi Perhitungan PPh 21 Karyawan untuk Gaji 60 Juta

Dengan memiliki gaji sebesar 60 juta, perhitungan pajaknya akan berlapis-lapis. Oleh sebab itu diperlukan ketelitian dalam melakukan perhitungannya. Nah, untuk mempermudah pemahaman tentang pemotongan PPh 21 tersebut, simak contohnya sebagai berikut. 

Jamal adalah seorang pegawai dengan gaji 60 juta, setiap bulan Jama harus membayarkan iuran JHT sebesar 1,2 juta dan biaya jabatan sebesar 5%. Status PTKP Jamal adalah Kawin dengan tanggungan 1 atau TK/1. Dengan bagaimana perhitungan PPH 21 Jamal?

Itu tadi adalah penjelasan mengenai perhitungan PPH 21 karyawan dengan skema TER untuk penghasilan 60 juta per bulan. Semoga bermanfaat!

Kelas HR

Grow Together

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *