Skip to content
Home » Return On Training Investment: Pengertian, Cara Hitung, dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Return On Training Investment: Pengertian, Cara Hitung, dan Manfaatnya bagi Perusahaan

  Perusahaan perlu memastikan bahwa investasi yang telah dikeluarkan benar-benar memberikan nilai tambah bagi organisasi. Biaya yang dialokasikan untuk pelatihan, seperti honor trainer, penyediaan materi, fasilitas, hingga waktu kerja yang digunakan selama proses pembelajaran, harus mampu menghasilkan manfaat yang sebanding atau bahkan lebih besar. Di sinilah pentingnya mengukur Return On Training Investment sebagai indikator keberhasilan sebuah program pelatihan. 

Secara sederhana Return On Training Investment adalah metode yang digunakan untuk mengukur tingkat pengembalian investasi dari program pelatihan dengan membandingkan manfaat yang diperoleh terhadap total biaya yang dikeluarkan. Lantas bagaimana cara menghitungnya, dan manfaat apa saja yang dapat diperoleh perusahaan? Simak penjelasan lengkapnya pada artikel berikut.

Apa Itu Return On Training Investment?

Pelatihan karyawan merupakan salah satu bentuk investasi yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan daya saing organisasi. Namun, tidak semua program pelatihan memberikan hasil yang sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengetahui apakah biaya yang telah dikeluarkan benar-benar menghasilkan manfaat bagi bisnis. Salah satu cara mengukurnya adalah melalui Return On Training Investment.

Mengutip dari LinovHR, Return On Training Investment merupakan metode untuk mengukur tingkat pengembalian investasi dari sebuah program pelatihan. Melalui perhitungan ini, perusahaan dapat mengetahui apakah pelatihan memberikan dampak finansial maupun operasional yang lebih besar dibandingkan biaya yang telah dikeluarkan. Pengukuran ini menjadi semakin penting karena anggaran pelatihan terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan Association for Talent Development (ATD) State of the Industry 2025, rata-rata organisasi mengeluarkan US$1.054 per karyawan untuk pembelajaran dan pengembangan (learning expenditure) sepanjang tahun 2024. 

Baca Juga :  Pengertian Performance Management System dan Manfaatnya Bagi HR

Selain itu, perusahaan mengalokasikan sekitar 2,9% dari pendapatannya untuk aktivitas learning and development angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya, ATD State of the Industry 2024 juga melaporkan bahwa rata-rata organisasi menginvestasikan US$1.283 per karyawan untuk program pelatihan pada tahun 2023. Sebagai ilustrasi, apabila sebuah perusahaan memiliki 500 karyawan, maka anggaran pelatihan dapat mencapai sekitar US$527.000 per tahun.  Tanpa evaluasi yang tepat, perusahaan akan kesulitan menentukan program pelatihan yang efektif serta mengambil keputusan terkait investasi pengembangan sumber daya manusia.

Mengapa Return On Training Investment Penting?

Banyak perusahaan masih menilai keberhasilan pelatihan hanya berdasarkan jumlah peserta atau tingkat kepuasan setelah mengikuti kelas. Padahal, indikator tersebut belum menunjukkan apakah pelatihan benar-benar memberikan dampak terhadap kinerja organisasi. Dengan menghitung Return On Training Investment, perusahaan dapat mengukur manfaat nyata yang diperoleh setelah pelatihan berlangsung. Hasil pengukuran ini membantu manajemen menentukan apakah program pelatihan layak dilanjutkan, diperbaiki, atau bahkan dihentikan. Selain itu, pengukuran Return On Training Investment juga membantuHR menunjukkan bahwa pelatihan bukan sekadar biaya, melainkan investasi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Cara Menghitung Return On Training Investment

Menghitung Return On Training Investment merupakan langkah penting untuk mengetahui apakah program pelatihan benar-benar memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Melalui perhitungan ini, perusahaan dapat membandingkan manfaat yang diperoleh setelah pelatihan dengan seluruh biaya yang telah dikeluarkan.  Hasil dari perhitungan ini menjadi dasar untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan, mengoptimalkan anggaran pelatihan, serta memastikan setiap investasi dalam pengembangan karyawan memberikan dampak nyata terhadap pencapaian tujuan bisnis. Mengutip dari Indeed, berikut langkah-langkah menghitung Return On Training Investment yang dapat diterapkan.

Baca Juga :  Mengenal Apa Itu Coaching, Tujuan dan Manfaatnya Bagi Karyawan

1. Hitung Total Biaya Pelatihan

Langkah pertama adalah menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan selama proses pelatihan. Perusahaan sebaiknya tidak hanya menghitung biaya penyelenggaraan, tetapi juga memasukkan biaya tidak langsung agar hasil perhitungan lebih akurat. Beberapa komponen biaya pelatihan meliputi:

  • Honor trainer atau instruktur.
  • Biaya sertifikasi.
  • Sewa ruang pelatihan.
  • Modul dan materi pembelajaran.
  • Konsumsi peserta.
  • Transportasi dan akomodasi.
  • Lisensi Learning Management System (LMS).
  • Gaji karyawan selama mengikuti pelatihan.
  • Biaya administrasi penyelenggaraan.
  • Opportunity cost akibat berkurangnya waktu kerja produktif.

Misalnya, sebuah perusahaan mengeluarkan biaya sebagai berikut:

Komponen Biaya
Trainer Rp25.000.000
Modul Pelatihan Rp5.000.000
Konsumsi Rp3.000.000
Sertifikat Rp2.000.000
Gaji Peserta Selama Pelatihan Rp15.000.000
Total Biaya Pelatihan Rp50.000.000

2. Hitung Total Manfaat Pelatihan

Setelah pelatihan selesai, perusahaan perlu mengukur manfaat yang dihasilkan. Manfaat tersebut sebaiknya dapat dikonversi ke dalam nilai finansial agar dapat dibandingkan dengan biaya investasi. Beberapa contoh manfaat pelatihan antara lain:

  • Peningkatan penjualan.
  • Pengurangan biaya operasional.
  • Penurunan tingkat kesalahan kerja.
  • Peningkatan produktivitas.
  • Efisiensi waktu proses.
  • Berkurangnya tingkat turnover karyawan.
  • Menurunnya jumlah keluhan pelanggan.

Sebagai contoh, enam bulan setelah mengikuti pelatihan negosiasi, tim penjualan berhasil meningkatkan laba perusahaan sebesar Rp125.000.000.

3. Gunakan Rumus Return On Training Investment

Setelah mengetahui total biaya dan total manfaat, langkah berikutnya adalah menghitung nilai Return On Training Investment menggunakan rumus berikut. Return On Training Investment (%) = ((Total Manfaat Pelatihan − Total Biaya Pelatihan) ÷ Total Biaya Pelatihan) × 100% Rumus tersebut menunjukkan besarnya keuntungan yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi seluruh biaya investasi pelatihan. Contoh:

  • Total manfaat pelatihan = Rp125.000.000
  • Total biaya pelatihan = Rp50.000.000

Maka perhitungannya adalah: Return On Training Investment = ((Rp125.000.000 − Rp50.000.000) ÷ Rp50.000.000) × 100% = (Rp75.000.000 ÷ Rp50.000.000) × 100% = 150% Hasil tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memperoleh pengembalian investasi sebesar 150%. Artinya, setelah seluruh biaya pelatihan kembali, perusahaan masih memperoleh manfaat bersih sebesar 150% dari nilai investasi awal.

Baca Juga :  Catat! Ini Dia 5 Cara Menjadi Mentor yang Baik

5. Evaluasi Hasil Perhitungan

Nilai Return On Training Investment tidak hanya menunjukkan besarnya keuntungan yang diperoleh perusahaan, tetapi juga membantu mengevaluasi efektivitas program pelatihan. Secara umum, interpretasi hasilnya dapat dilakukan sebagai berikut:

  • ROTI > 0% berarti manfaat pelatihan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan sehingga program memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
  • ROTI = 0% berarti manfaat yang diperoleh sama dengan biaya investasi atau mencapai titik impas (break-even).
  • ROTI < 0% berarti manfaat yang dihasilkan lebih kecil daripada biaya pelatihan sehingga perusahaan perlu mengevaluasi kembali materi, metode pembelajaran, atau sasaran pelatihan.

Namun, perusahaan juga perlu memahami bahwa tidak semua manfaat pelatihan dapat diukur dalam bentuk finansial. Peningkatan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi tim, kepuasan pelanggan, hingga keterlibatan karyawan sering kali memberikan dampak jangka panjang yang baru terlihat setelah beberapa waktu. 

Intensive HR Training, Belajar HR Bareng Profesional!

Untuk mengoptimalkan pengelolaan HR di perusahaan perlu memiliki talent-talent HR yang profesional. Oleh karena itu, untuk menjadi HR yang next level dan memiliki pemahaman yang menyeluruh seputar HR, yuk belajar HR hanya di  Kelas HR. Dengan 50++ kelas yang bisa diikuti, kamu bisa belajar HR dari A-Z dan bergabung dengan grup profesional HR dari seluruh Indonesia.  Jadi, tunggu apa lagi? Daftar Sekarang! Kelas HR Grow Together  

FAQ Seputar Return On Training Investment

1. Apa yang dimaksud dengan Return On Training Investment?

Return On Training Investment adalah metode untuk mengukur tingkat pengembalian investasi dari program pelatihan dengan membandingkan manfaat yang diperoleh terhadap biaya yang telah dikeluarkan.

2. Mengapa Return On Training Investment penting?

Karena membantu perusahaan mengetahui efektivitas program pelatihan, mengoptimalkan anggaran pengembangan SDM, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

3. Bagaimana cara menghitung Return On Training Investment?

Gunakan rumus: ROTI = ((Manfaat Pelatihan − Total Biaya Pelatihan) ÷ Total Biaya Pelatihan) × 100%

4. Apakah semua manfaat pelatihan dapat dihitung?

Tidak seluruh manfaat dapat dikonversi menjadi nilai finansial. Namun, perusahaan tetap dapat mengukur manfaat nonfinansial seperti peningkatan kompetensi, kepuasan pelanggan, atau keterlibatan karyawan sebagai indikator pendukung.

5. Kapan perusahaan sebaiknya menghitung Return On Training Investment?

Pengukuran sebaiknya dilakukan beberapa bulan setelah pelatihan agar peserta memiliki waktu untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Return On Training Investment: Pengertian, Cara Hitung, dan Manfaatnya bagi Perusahaan