
Dalam proses rekrutmen, teknik wawancara berbasis kompetensi (Competency Based Interview/CBI) menjadi salah satu metode yang banyak digunakan untuk menilai kandidat. Teknik ini membantu HR menggali kemampuan, perilaku, dan pengalaman kandidat secara mendalam, sehingga keputusan rekrutmen tidak hanya berdasarkan kesan subjektif, tetapi juga bukti konkret.
Teknik yang satu ini juga hampir mirip dengan BEI (Behavioral Event Interview). Meski demikian, CBI inii lebih fokus pada keterampilan tertentu saja. Nah, tertarik untuk menggali lebih lanjut? Yuk, simak penjelasannya!
Table of Content
Apa Itu Wawancara Berbasis Kompetensi?
Menurut job.ac.uk, wawancara berbasis kompetensi adalah metode wawancara yang berfokus pada perilaku masa lalu kandidat sebagai indikator kemampuan mereka di masa depan. Prinsipnya sederhana, “Perilaku masa lalu adalah prediktor terbaik dari kinerja masa depan.”
Berbeda dengan wawancara tradisional yang sering bersifat umum dan subjektif, CBI menggunakan pertanyaan terstruktur yang mengacu pada kompetensi tertentu, seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, pemecahan masalah, atau kerja tim. Contoh pertanyaan berbasis kompetensi:
“Ceritakan pengalaman Anda ketika menghadapi konflik dalam tim dan bagaimana Anda menyelesaikannya?”
Mengapa HR Perlu Menggunakan CBI?
Masing-masing teknik interview memiliki keunggulan. Namun, jika HR ingin menggali lebih dalam seperti apa pengalaman kandidat di masa lalu maka CBI adalah teknik yang tepat karena:
- Objektivitas Lebih Tinggi, pertanyaan terstruktur mengurangi bias dan memberikan penilaian yang lebih adil pada semua kandidat.
- Prediktif terhadap Kinerja Nyata, dengan menggali contoh perilaku nyata, HR dapat memprediksi bagaimana kandidat akan bertindak di situasi serupa di masa depan.
- Meningkatkan Kualitas Rekrutmen, CBI membantu perusahaan menemukan kandidat yang tidak hanya memenuhi kualifikasi teknis tetapi juga sesuai dengan budaya dan nilai perusahaan.
Langkah-Langkah Melaksanakan Wawancara Berbasis Kompetensi
Untuk melakukan teknik wawancara berbasis kompetensi ini ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Persiapan yang matang adalah separuh jalan untuk mencapai kesuksesan, nah berikut ini adalah langkah untuk melakukannya:
1. Tentukan Kompetensi yang Dibutuhkan
Sebelum wawancara, identifikasi kompetensi inti yang relevan dengan posisi yang akan diisi. Misalnya, untuk posisi manajerial, kompetensi yang penting adalah kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan manajemen konflik.
2. Susun Pertanyaan Berbasis STAR
Tak hanya dalam menjawab pertanyaan interveiw, dalam menyusun pertanyaan HR juga bsia menggunakan metode STAR. STAR adalah akronim dari (Situation, Task, Action, Result), dalam menyusun pertanyaan bentuknya adalah sebagai berikut:
- Situation (Situasi): Apa konteks yang dihadapi kandidat?
- Task (Tugas): Apa tanggung jawab atau tantangan yang harus diselesaikan?
- Action (Tindakan): Apa yang dilakukan kandidat untuk mengatasinya?
- Result (Hasil): Apa hasil dari tindakan tersebut?
Contoh pertanyaan:
“Ceritakan situasi sulit yang pernah Anda hadapi saat memimpin tim. Apa tugas Anda saat itu? Apa langkah yang Anda ambil? Bagaimana hasil akhirnya?”
3. Latih Pewawancara
Agar CBI berhasil, HR perlu memastikan pewawancara terlatih dalam mengajukan pertanyaan lanjutan (probing questions) untuk mendapatkan detail yang jelas. Selain itu, pewawancara juga perlu memiliki kemauan untuk menilai jawaban berdasarkan bukti, bukan perasaan.
4. Dokumentasikan Jawaban dan Penilaian
Terlahir, catat setiap jawaban dengan format STAR dan nilai sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Hal ini penting untuk menjaga transparansi dan memudahkan perbandingan antar kandidat.
Teknik wawancara berbasis kompetensi adalah alat bagi HR untuk memastikan rekrutmen berbasis bukti, bukan asumsi. Dengan mempersiapkan kompetensi yang tepat, menggunakan teknik STAR, dan melatih pewawancara, perusahaan dapat meningkatkan akurasi seleksi dan mendapatkan kandidat yang benar-benar sesuai.
Intensive HR Training, Belajar HR Bareng Profesional!
Untuk mengoptimalkan pengelolaan HR di perusahaan perlu memiliki talent-talent HR yang profesional. Oleh karena itu, untuk menjadi HR yang next level dan memiliki pemahaman yang menyeluruh seputar HR, yuk belajar HR hanya di Kelas HR. Dengan 50++ kelas yang bisa diikuti, kamu bisa belajar HR dari A-Z dan bergabung dengan grup profesional HR dari seluruh Indonesia. Ada kelas gratis juga tiap bulan, lho !
Jadi, tunggu apa lagi?
Kelas HR
Grow Together