
Interview merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui oleh pelamar kerja dalam proses rekrutmen. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, tak hanya pelamar, namun HR juga perlu menyiapkan strategi terbaik, termasuk menggunakan teknik Behavioral Event Interview.
Dalam proses rekrutmen, ada beberapa jenis interview yang bisa digunakan oleh HR sesuai dengan kebutuhan. Namun, teknik interview yang satu ini bisa membantu HR untuk mengetahui lebih dalam kinerja dan potensi dari kandidat yang sedang diseleksi.
Bagi HR, mengetahui bagaimana cara melakukan Behavioral Event Interview yang efektif merupakan hal yang penting dalam proses rekrutmen. Tanpa strategi yang efektif, interview yang dilakukan tidak akan menambah insight baru bagi HR, selain yang sudah disampaikan kandidat di CV.
Apa Itu Behavioral Event Interview?
Mengutip dari Kelas HR, Behavioral Event Interview adalah metode wawancara yang berfokus pada pengalaman kerja kandidat di masa lalu. Pendekatan ini berangkat dari prinsip bahwa perilaku masa lalu merupakan indikator terbaik untuk memprediksi perilaku seseorang di masa depan.
Dalam metode ini, HR akan meminta kandidat untuk menceritakan kejadian spesifik yang pernah mereka alami, terutama yang berkaitan dengan tantangan, konflik, atau pencapaian tertentu. Dari cerita tersebut, HR dapat menilai kompetensi, pola pikir, serta cara kandidat mengambil keputusan dalam situasi nyata.
Mengapa Behavioral Event Interview Penting dalam Rekrutmen?
Behavioral Event Interview memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan metode wawancara tradisional. Dengan metode ini, HR bisa mengungkap lebih banyak informasi dari kandidat selama interview.
Banyak yang kurang menyadari bahwa kesalahan dalam rekrutmen dapat berdampak besar bagi perusahaan, mulai dari biaya rekrutmen ulang hingga turunnya produktivitas tim. Oleh karena itu, HR membutuhkan metode seleksi yang mampu memberikan gambaran kandidat secara objektif. Behavioral Event Interview menjadi solusi karena mampu menggali perilaku nyata kandidat secara mendalam.
Selain itu, metode ini membantu mengurangi bias subjektif dalam interview. HR tidak hanya menilai dari cara kandidat berbicara, tetapi juga dari kualitas pengalaman dan tindakan yang pernah dilakukan kandidat di lingkungan kerja sebelumnya.
Strategi Menyiapkan Behavioral Event Interview yang Efektif
Agar metode ini berjalan optimal, HR perlu menyiapkan strategi yang matang sebelum interview dilakukan. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu HR siapkan sebelum melakukan interview dengan menggunakan teknik Behavioral Event Interview:
1. Menentukan Kompetensi yang Dibutuhkan
Langkah pertama adalah mengidentifikasi kompetensi inti yang dibutuhkan untuk posisi yang akan diisi. Kompetensi inti ini bisa dilihat pada deskripsi pekerjaan atau kamus kompetensi yang dimiliki oleh perusahaan. Untuk posisi staff, misalnya, kompetensi seperti kedisiplinan, kerja sama tim, komunikasi, dan problem solving sering kali menjadi prioritas.
2. Menyusun Pertanyaan Berbasis Perilaku
Selanjutnya adalah bagian paling penting dalam melakukan teknik interview yang satu ini adalah memastikan pertanyaan yang diajukan ke kandidat bisa menggali pengalaman nyata dan informasi yang mendalam dari kandidat.
Gunakan kalimat pembuka seperti “ceritakan”, “jelaskan”, atau “berikan contoh”. Dengan persiapan yang baik, Behavioral Event Interview dapat membantu HR mendapatkan gambaran kandidat secara lebih komprehensif.
Cara Menggali Jawaban Kandidat Secara Mendalam
Dalam praktiknya, HR sering menggunakan teknik STAR (Situation, Task, Action, Result ) untuk menggali jawaban kandidat secara terstruktur. Teknik STAR sangat membantu agar jawaban kandidat tidak melebar dan tetap relevan dengan kompetensi yang dinilai dalam Behavioral Event Interview.
HR akan menggali konteks situasi yang dihadapi kandidat serta peran atau tanggung jawab yang dimilikinya saat itu. Selanjutnya, HR menilai tindakan konkret yang diambil kandidat dan hasil yang diperoleh. Dari sini, HR dapat memahami efektivitas tindakan kandidat dan dampaknya terhadap tim atau perusahaan.
Namun, tidak semua kandidat langsung memberikan jawaban yang detail. Oleh karena itu, HR perlu melakukan probing atau pertanyaan lanjutan. Misalnya dengan menanyakan alasan di balik suatu keputusan atau bagaimana kandidat menghadapi hambatan tertentu.
HR juga perlu memperhatikan konsistensi cerita kandidat. Jawaban yang terlalu umum atau tidak runtut dapat menjadi sinyal bahwa pengalaman yang disampaikan kurang kuat atau tidak relevan.
Contoh Pertanyaan Behavioral Event Interview untuk Posisi Staff
Berikut beberapa contoh pertanyaan Behavioral Event Interview yang dapat digunakan HR untuk menilai kandidat pada level staff:
Pertanyaan tentang Disiplin dan Tanggung Jawab
- Ceritakan pengalaman Anda ketika harus menyelesaikan tugas dengan tenggat waktu yang ketat. Apa yang Anda lakukan?
- Pernahkah Anda melakukan kesalahan dalam pekerjaan? Bagaimana cara Anda mengatasinya?
Pertanyaan tentang Kerja Sama Tim
- Ceritakan pengalaman Anda bekerja dalam tim dengan karakter rekan kerja yang berbeda-beda.
- Pernahkah terjadi konflik dalam tim? Apa peran Anda dalam menyelesaikan konflik tersebut?
Pertanyaan tentang Problem Solving
- Berikan contoh situasi ketika Anda menghadapi masalah kerja yang tidak terduga. Apa langkah yang Anda ambil?
- Ceritakan pengalaman Anda ketika harus mengambil keputusan cepat di tempat kerja.
Pertanyaan tentang Komunikasi
- Ceritakan pengalaman Anda saat harus menyampaikan informasi penting kepada atasan atau rekan kerja.
- Pernahkah terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi? Bagaimana cara Anda menyelesaikannya?
Pertanyaan-pertanyaan ini membantu HR menilai kesiapan kandidat staff dalam menghadapi dinamika kerja sehari-hari.
Kesalahan Umum dalam Menerapkan Behavioral Event Interview
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah HR tidak menyiapkan pertanyaan dengan jelas. Tanpa perencanaan, interview menjadi tidak terarah dan gagal menggali kompetensi yang dibutuhkan.
Kesalahan lainnya adalah mencampurkan pertanyaan perilaku dengan pertanyaan hipotetis. Padahal, kekuatan utama Behavioral Event Interview terletak pada pengalaman nyata kandidat, bukan asumsi.
Dalam proses rekrutmen, HR dituntut untuk membuat keputusan yang tepat dan berdampak jangka panjang. Oleh karena itu, penggunaan Behavioral Event Interview menjadi strategi yang sangat relevan untuk mendapatkan kandidat berkualitas.
Dengan persiapan kompetensi yang jelas, pertanyaan berbasis pengalaman, serta teknik penggalian jawaban yang mendalam, metode ini mampu memberikan insight yang lebih akurat dibandingkan interview konvensional. Jika diterapkan secara konsisten, Behavioral Event Interview dapat meningkatkan kualitas rekrutmen dan membantu perusahaan mendapatkan karyawan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Intensive HR Training, Belajar HR Bareng Profesional!
Untuk mengoptimalkan pengelolaan HR di perusahaan perlu memiliki talent-talent HR yang profesional. Oleh karena itu, untuk menjadi HR yang next level dan memiliki pemahaman yang menyeluruh seputar HR, yuk belajar HR hanya di Kelas HR. Dengan 50++ kelas yang bisa diikuti, kamu bisa belajar HR dari A-Z dan bergabung dengan grup profesional HR dari seluruh Indonesia. Ada kelas gratis juga tiap bulan, lho !
Jadi, tunggu apa lagi?
Kelas HR
