Skip to content
Home » Cara Skoring dan Membaca Hasil Tes DISC yang Akurat

Cara Skoring dan Membaca Hasil Tes DISC yang Akurat

Cara Skoring dan Membaca Hasil Tes DISC yang Akurat

Dalam proses rekrutmen, pengembangan karyawan, hingga coaching, DISC menjadi salah satu alat tes psikologi yang banyak digunakan. Namun, masih banyak orang yang hanya mengetahui tipe kepribadiannya tanpa benar-benar memahami bagaimana proses penilaian dilakukan maupun bagaimana menginterpretasikan laporannya secara tepat. Akibatnya, hasil tes DISC sering kali disalah artikan sebagai label kepribadian yang bersifat mutlak.

Padahal, DISC dirancang untuk menggambarkan kecenderungan perilaku seseorang dalam situasi tertentu, bukan untuk mengukur kecerdasan, kemampuan teknis, atau potensi keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, memahami proses skoring dan cara membaca hasil tes DISC menjadi langkah penting agar asesmen ini benar-benar memberikan manfaat dalam dunia kerja maupun pengembangan diri.

Apa Itu Tes DISC?

Tes DISC merupakan instrumen asesmen perilaku yang dikembangkan berdasarkan teori psikologi William Moulton Marston mengenai perilaku manusia. Model ini mengelompokkan kecenderungan perilaku menjadi empat dimensi utama:

1. Dominance (D)

Individu dengan Dominance tinggi umumnya berorientasi pada hasil, percaya diri, berani mengambil risiko, dan senang menghadapi tantangan. Namun, mereka juga perlu mengembangkan kemampuan mendengarkan pendapat orang lain agar proses kolaborasi berjalan lebih efektif.

Baca Juga :  Macam-Macam Alat Tes Psikologi dan Kegunaannya

2. Influence (I)

Orang dengan skor Influence tinggi dikenal komunikatif, optimis, mudah membangun relasi, dan mampu memengaruhi orang lain. Mereka biasanya sangat cocok bekerja pada bidang yang membutuhkan interaksi sosial tinggi seperti pemasaran, layanan pelanggan, maupun public relations.

3. Steadiness (S)

Dimensi Steadiness menggambarkan individu yang sabar, konsisten, suportif, dan mampu menjaga stabilitas tim. Mereka cenderung menyukai lingkungan kerja yang harmonis dan tidak terlalu nyaman dengan perubahan yang terjadi secara mendadak.

4. Compliance (C)

Compliance menunjukkan kecenderungan seseorang terhadap ketelitian, akurasi, analisis, dan kepatuhan terhadap prosedur. Individu dengan skor tinggi pada dimensi ini sering ditemukan pada profesi yang membutuhkan perhatian terhadap detail seperti auditor, akuntan, analis data, maupun quality assurance.

Keempat dimensi tersebut tidak menunjukkan mana yang lebih baik dibandingkan yang lain. Sebaliknya, setiap individu memiliki kombinasi unik dari keempat faktor tersebut dengan tingkat intensitas yang berbeda. Oleh sebab itu, tes DISC digunakan untuk membantu memahami gaya komunikasi, cara bekerja, hingga preferensi seseorang dalam menghadapi tantangan maupun berinteraksi dengan orang lain.

Bagaimana Cara Skoring Tes DISC?

Banyak peserta mengira bahwa proses penilaian DISC dilakukan dengan menghitung jumlah jawaban yang benar atau salah. Faktanya, tidak ada jawaban benar maupun salah dalam asesmen ini karena yang diukur adalah preferensi perilaku seseorang. Secara umum, proses skoring tes DISC dilakukan melalui beberapa tahapan berikut.

1. Mengumpulkan Respons Peserta

Pada versi DISC klasik, peserta akan dihadapkan pada beberapa kelompok kata sifat. Dalam setiap kelompok, peserta diminta memilih karakteristik yang paling menggambarkan dirinya (Most) dan yang paling tidak menggambarkan dirinya (Least).

Sementara itu, pada versi modern seperti Everything DiSC, metode penilaian telah menggunakan skala Likert dan adaptive testing sehingga mampu menghasilkan pengukuran yang lebih akurat dibandingkan metode forced choice tradisional.

Baca Juga :  Tes Gambar Pohon Psikotes: Penjelasan, Tips, dan Penilaian

2. Menghitung Skor Setiap Dimensi

Setiap jawaban memiliki bobot tertentu yang akan dikonversi menjadi skor pada empat dimensi utama, yaitu D, I, S, dan C. Jika menggunakan sistem secara otomatis maka pada tahap ini, sistem akan menghitung seberapa dominan masing-masing dimensi berdasarkan pola jawaban peserta. Semakin tinggi skor pada suatu dimensi, semakin besar kecenderungan individu menampilkan perilaku tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

3. Normalisasi Skor

Setelah seluruh jawaban dihitung, skor akan dinormalisasi menggunakan standar yang telah dikembangkan oleh penyedia instrumen. Normalisasi bertujuan agar interpretasi setiap peserta dapat dibandingkan dengan populasi acuan sehingga hasil tes DISC menjadi lebih konsisten dan objektif.

4. Menentukan Gaya Dominan

Tahapan berikutnya adalah menentukan gaya perilaku utama berdasarkan skor tertinggi yang diperoleh. Tidak semua orang hanya memiliki satu gaya dominan. Banyak individu memiliki kombinasi dua bahkan tiga dimensi yang sama kuat sehingga muncul profil seperti DI, DC, SC, IS, atau kombinasi lainnya.

5. Menyusun Laporan Interpretasi

Tahap terakhir adalah menghasilkan laporan interpretasi yang menjelaskan karakteristik perilaku, gaya komunikasi, motivasi, potensi kekuatan, area pengembangan, hingga cara berinteraksi dengan tipe lainnya. Inilah yang kemudian menjadi hasil tes DISC yang biasanya diterima peserta dalam bentuk grafik maupun deskripsi naratif.

Cara Membaca Hasil Tes DISC dengan Benar

Setelah memperoleh laporan asesmen, langkah berikutnya adalah memahami arti dari setiap skor yang muncul. Berikut beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan saat membaca hasil tes DISC.

1. Perhatikan Dimensi dengan Skor Tertinggi

Dimensi tertinggi menunjukkan kecenderungan perilaku yang paling sering muncul ketika seseorang bekerja atau berinteraksi. Sebagai contoh, seseorang dengan skor Dominance tinggi biasanya lebih cepat mengambil keputusan, menyukai tantangan, dan fokus pada pencapaian hasil. Sebaliknya, individu dengan Compliance tinggi cenderung lebih teliti, sistematis, serta memperhatikan kualitas pekerjaan.

Baca Juga :  Vina Muliana, dari Sarjana Pertanian Kini Jadi HRD BUMN Pertambangan Terbesar di Indonesia

2. Lihat Kombinasi Antar Dimensi

Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap seseorang hanya memiliki satu tipe kepribadian. Padahal, tes DISC menggambarkan kombinasi berbagai kecenderungan perilaku. Misalnya, profil DI akan berbeda dengan profil DC meskipun sama-sama memiliki Dominance sebagai karakter utama.

3. Perhatikan Grafik atau Profil

Sebagian besar penyedia asesmen DISC menampilkan grafik untuk mempermudah interpretasi. Grafik tersebut menunjukkan intensitas masing-masing dimensi sehingga memudahkan pengguna melihat perilaku yang paling dominan maupun perilaku yang relatif jarang ditampilkan. Pada beberapa versi klasik juga terdapat beberapa grafik yang menggambarkan perilaku alami dan perilaku yang disesuaikan terhadap lingkungan kerja.

4. Jangan Menilai dari Satu Skor Saja

Interpretasi yang akurat tidak cukup hanya melihat skor tertinggi. Seorang asesor profesional akan membaca hubungan antar dimensi, selisih skor, konteks pekerjaan, hingga tujuan asesmen sebelum memberikan kesimpulan terhadap hasil tes DISC.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membaca Hasil Tes DISC

Masih banyak organisasi yang menggunakan tes DISC secara kurang tepat. Salah satu kesalahan terbesar adalah menjadikan hasilnya sebagai dasar tunggal dalam menentukan promosi jabatan atau keputusan rekrutmen.

Selain itu, tidak sedikit orang yang menganggap tipe DISC sebagai label permanen. Padahal, DISC menggambarkan kecenderungan perilaku yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan, tuntutan pekerjaan, maupun pengalaman hidup. Karena itu, hasil asesmen sebaiknya dikombinasikan dengan wawancara, observasi, serta alat ukur psikologis lainnya agar keputusan menjadi lebih komprehensif.

Dengan mengetahui cara membaca hasil tes DISC, HR maupun perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai gaya komunikasi, cara bekerja, potensi kekuatan, serta area pengembangan seseorang. Meski demikian, tes DISC bukanlah alat untuk mengukur kompetensi ataupun kecerdasan, melainkan instrumen untuk memahami perilaku sehingga penggunaannya akan lebih optimal apabila dipadukan dengan metode asesmen lainnya.

Intensive HR Training, Belajar HR Bareng Profesional!

Untuk mengoptimalkan pengelolaan HR di perusahaan perlu memiliki talent-talent HR yang profesional. Oleh karena itu, untuk menjadi HR yang next level dan memiliki pemahaman yang menyeluruh seputar HR, yuk belajar HR hanya di  Kelas HR.

Daftar Sekarang!

Kelas HR

Grow Together

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Skoring dan Membaca Hasil Tes DISC yang Akurat